sunshine
Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2017/2018 dan diperpanjang hinggal tanggal 27 Januari 2017 pukul 12.00 WIB, silahkan klik di sini>>

KEBAHAGIAN BAGI SESEORANG

Jum'at, 2014-11-07. Penulis: Admin

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat kelak, namun bagaimana keduanya dapat kita raih? Padahal Allah SWT telah menyediakan kebahagiaan itu melalui ketenangan jiwa pada hamba-Nya (As-Sakinah). "Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana." (QS. Al-Fath[48]: 4). Jadi, kebahagiaan hakiki adalah dimana kita mendapatkan ketengan dalam hati kita (tidak was-was, karena was-was perbuatan syaithan, QS An-Nas[114]: 4-5), serta merta selalu mendapat pertolongan dari Allah melalui tentara-tentara-Nya (washilah) berupa orang lain, malaikat yang membisikan ke dalam telinga, maupun kejadian-kejadian yang tak terduga. Ada dua tempat untuk meraih kebahagiaan itu: 1. Kebagiaan dari diri sendiri Seringkali kita mendengar kisah nyata dari sanak keluarga, tetangga maupun teman, bahwa mereka hidup dengan bahagia dengan kemewahannya, keluarganya maupun jabatannya. Namun tak jarang yang tampak pada diri mereka adalah rasa kekhawatiran yang berlebih atas kebahagiaannya tersebut. Mereka khawatir kemewahannya akan sirna begitu saja, khawatir keluarganya retak (tidak harmonis) atau anak-anaknya yang tidak patuh, atau mereka khawatir jabatannya hilang dikarenakan kasus-kasus yang menimpanya. Sehingga, sibuk masing-masing untuk menyelamatkan kebahagiaan itu, dengan cara apapun agar kebahagiaannya di dunia ini kekal hingga akhir hayat. Mereka melupakan kebahgiaan yang sesungguhnya, yang telah dijanjikan Allah 'azza wajalla di kemudian hari yaitu syurga-Nya. Allah telah berfirman: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang ia inginkan (berupa hawa nafsu), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan), biantang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga). Katakanlah: 'Inginkah Aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?'. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Rabb mereka ada syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampunan di sepertiga malam terakhir." (QS. Al-Imran[4]: 14-17). Memiliki kemewahan di dunia, keluarga yang harmonis, maupun jabatan yang cukup, merupakan hak bagi semua insan. Akan tetapi akan lebih indah untuk dinikmati jikalau itu semua dibungkus, diberi pakaian dengan ketakwaan kepada Allah Yang Maha Kuasa serta menggunakan perhiasan berupa kesabaran dan keikhlasan, berbuat benar dan adil dalam ketaatan, selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah, serta selalu berdoa terutama di waktu sepertiga malam yang terakhir. 2. Kebahagiaan yang dihadirkan melalui orang lain Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam telah memberikan nasihat kepada kita melalui sabdanya "Barang siapa yang membantu seorang mukmin terlepas dari kesusahan di dunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat." (HR. Muslim). Ada cerita yang mungkin kita dapat ambil hikmahnya dari suatu kejadian di acara seminar motivasi yang dihadiri sekitar 50 orang peserta. Tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Dan kepada mereka masing-masing diminta untuk menuliskan namanya di balon-balon tersebut menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain. Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka, dan hanya diberi waktu 5 menit. Semua orang panic mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain di sekitarnya sehingga keadaan menjadi kacau. Tetapi waktu 5 menit telah usai, tidak ada seorang pun yang dapat menemukan balon mereka sendiri. Lalu waktu berikutnya Sang Motivator meminta kepada peserta secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulisdi atasnya. Dalam waktu kurang dari 5 menit, semua orang memiliki kembali balon dengan nama mereka sendiri. Akhirnya Sang Motivator berkata: "Kejadianyang baru ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri, dan banyak yang gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mirip dengan memberka balon tadi kepada pemiliknya. Kebahagiaan kita terletak pada orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda seniri..." Firman Allah dam Al-Qur'an Surat Al-Qashash: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawai, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash[28]: 77). Jadi pada intinya adalah, ketika kita menginginkan kabahagiaan melalui ketenangan hati dan jiwa, maka lakukanlah apa yang menjadi perbuatan serta amal sholeh di dunia ini: Pertama, niatkan dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan taubat akan segala kesalahan. Kedua, berbuat baik kepada orang lain Ketiga, tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini; dan Keempat, semua perbuatan kebaikan di dunia ditujukan sebagai 'amal ibadah untuk mendapatkan keridhoan dari Allah subhanahu wata'ala. Wallahu a'lam bishshawwab.

Kembali...
top